Posted by: subhanfarizi | January 26, 2010

Save the Last Dance

Untuk semua orang yang berani menjadi dirinya sendiri

 

Kupijakkan kaki menyambut pentas

Tuhan, ini sungguh berbeda dgn yg tertulis di kertas

Ketika tanda mulai sudah dilepas

Kuserahkan jiwa raga pada irama melantun keras

Laksana riak di jeram yang mengalir

Kugerakkan tangan dituntun melodi

Kuputar kepala mengikuti harmoni

Kubiarkan diriku mencipta suatu seni yang disebut tari

Lalu badanku seperti punya sayap

Dan dunia nyata di depanku lenyap

Wah gawat, irama Saman semakin cepat berderap

Tapi ada sesuatu di nadi yang ikut membalap

Haha ternyata dua sekawan,

Bernama adrenalin dan kesenangan

Yang membuat aku menari tanpa beban

Yang melebur jiwa dengan si tarian

Yang selalu dirasakan orang yang kecanduan

Kutemukan kesenangan sejati dalam realitas…..

.

.

Akulah bintang pentas

Terus menari hingga akhir batas

____________________________________________

>>

When I was teens, I’ve been taught to be master in Pencak Silat.

Katanya cowo sejati kudu jago membela diri.

>>

When SMA, I was unrealized-brainwashed that kalau pengen keren harus jago basket ato bola,

Dengan semangat millennium, I struggle for those two.

Then I realized that sensor motorik gw lemah, yg membuat gw tidak berbakat di olahraga2

permainan.

>>

And suddenly-coincidently, I found my lost happiness….

1.

I got 9 in Seni Tari when I was SMP. (mungkin termotivasi oleh gurunya yg super cantik dari IKIP Bdg)

Waktu itu gw nari Tayuban.

2.

Lalu gw pernah mencoba menjadi kakek2 yang menjadi penyambut pengantin di adat Sunda.

3.

Waktu Training ke Paris, kami menari Din2 Ba Din2 di depan seluruh delegasi dr berbagai negara.

It was very proud when all of them appreciate our dance.

4.

 Recently, I danced Tari Enggang yang berasal dr Dayak.  Menceritakan seorang wanita dayak yg mencari2 pasangan

hidupnya.

Courtesy of FIN/OPS TEPI

Courtesy of Erick A. Prasetia

Mba2 manis ini pengen foto bareng saking terpana sama gw *ahahahahai*

 Courtesy of Erick A. Prasetia

5.

And the last but very unforgettable: The Superb Splendid Saman

Courtesy of COM/INT TEPI

.

.

.

It’s very proud and incredible when we brave to take chance becoming ourselves, do what we like to do; even it is opposing common mindset.   

.

.

.

When all the joys rush into my veins

I called it as D A N C E

Advertisement

Responses

  1. cool!^^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.