Untuk semua orang yang berani menjadi dirinya sendiri
Kupijakkan kaki menyambut pentas
Tuhan, ini sungguh berbeda dgn yg tertulis di kertas
Ketika tanda mulai sudah dilepas
Kuserahkan jiwa raga pada irama melantun keras
Laksana riak di jeram yang mengalir
Kugerakkan tangan dituntun melodi
Kuputar kepala mengikuti harmoni
Kubiarkan diriku mencipta suatu seni yang disebut tari
Lalu badanku seperti punya sayap
Dan dunia nyata di depanku lenyap
Wah gawat, irama Saman semakin cepat berderap
Tapi ada sesuatu di nadi yang ikut membalap
Haha ternyata dua sekawan,
Bernama adrenalin dan kesenangan
Yang membuat aku menari tanpa beban
Yang melebur jiwa dengan si tarian
Yang selalu dirasakan orang yang kecanduan
Kutemukan kesenangan sejati dalam realitas…..
.
.
Akulah bintang pentas
Terus menari hingga akhir batas
____________________________________________
>>
When I was teens, I’ve been taught to be master in Pencak Silat.
Katanya cowo sejati kudu jago membela diri.
>>
When SMA, I was unrealized-brainwashed that kalau pengen keren harus jago basket ato bola,
Dengan semangat millennium, I struggle for those two.
Then I realized that sensor motorik gw lemah, yg membuat gw tidak berbakat di olahraga2
permainan.
>>
And suddenly-coincidently, I found my lost happiness….
1.
I got 9 in Seni Tari when I was SMP. (mungkin termotivasi oleh gurunya yg super cantik dari IKIP Bdg)
Waktu itu gw nari Tayuban.
2.
Lalu gw pernah mencoba menjadi kakek2 yang menjadi penyambut pengantin di adat Sunda.
3.
Waktu Training ke Paris, kami menari Din2 Ba Din2 di depan seluruh delegasi dr berbagai negara.
It was very proud when all of them appreciate our dance.
4.
Recently, I danced Tari Enggang yang berasal dr Dayak. Menceritakan seorang wanita dayak yg mencari2 pasangan
hidupnya.
Mba2 manis ini pengen foto bareng saking terpana sama gw *ahahahahai*
5.
And the last but very unforgettable: The Superb Splendid Saman
.
.
.
It’s very proud and incredible when we brave to take chance becoming ourselves, do what we like to do; even it is opposing common mindset.
.
.
.
When all the joys rush into my veins
I called it as D A N C E




cool!^^
By: kembangbakung on February 3, 2010
at 7:45 am