I live near Mordor…
2 hari yg lalu, Menara Api Sauron* membara lebih tinggi, lebih besar, lebih merah dari biasanya…
Pasti ada suatu bahaya yg mengintai. Akhirnya Rohan* mengirim pasukan ke Mordor, ternyata terjadi salah proses di Menara Api Sauron tsb.
Hari ini, aku melakukan perjalanan ke Middleearth, untuk menemui penguasa Negeri Utara* dan Negeri Tengah*, membawa pesan dari Yang Mulia Aragon*.
Negeri Utara dan Negeri Tengah yang dianugerahi Emas Hitam, adalah negeri jajahan Gondor*, kerajaan dimana aku tinggal.
Untuk pergi ke Negeri Tengah, aku harus menggapai langit hingga menembus mega.
Gondor menyediakan Kotak Besar Terbang* berwarna biru sebagai wahana menggapai langit.
Ini adalah jumpa pertamaku dengan Kotak Terbang tsb.
Kotaknya membuatku pusing delapan keliling. Mencoba menggapai awan tetapi bergetar bagai ditempa angkara murka. Kotak dengan sombong mendongakkan wajahnya menantang Surya, membuat diriku kepanasan didalamnya.
Tetapi wahai tetapi kisanak, apa yang kulihat setelah terbang sungguh mempesona. Tak pernah kubayangkan bisa melihat bukit2 hijau mirip bukit Teletubbies di Middleearth ini.
Savana membentang membungkus bukit-bukit bagai ombak, dihiasi cemara2 dan pinus jelita.
Yang paling menakjubkan ketika kulihat Sungai Ular Emas* dari langit sana.
Ia berkelok2 melahirkan banyak Ular2 kecil layaknya Medusa. Mencoba menggapai Samudera yang luas tak terhingga.
Sampailah aku di Negeri Tengah, setelah sempat mampir sebentar di Perkampungan Suku Air di tengah Samudera, yang memiliki Rumah yang berpindah dr satu tempat ke tempat lainnya. Mereka juga mencari Emas Hitam yg berharga.
Oya, nama Suku Air tersebut : Parameswara*.
Negeri Tengah adalah negeri yang sudah lama berdiri. Bangunannya tua2.
Penguasa Negeri Tengah, seorang yg banyak maunya. Pesan dari Aragon berhasil kusampaikan. Dia menunggu kedatanganku 3 bulan lagi.
Kulanjutkan perjalanan ke Negeri Utara melewari Sungai Ular Emas dengan Perahu Tua*.
Mengapa namanya Sungai Ular Emas? Karena Sungainya berkelok2 bagai Ular dgn Air berwarna kecoklatan. Tapi karena tak mungkin kusebut coklat mirip Bajigur, jadi kusebut saja coklat mirip emas.
Tak ada kata lain yg bs menggambarkan sungai ini selain Eksotis.
Sungai ini dikelilingi oleh pohon2 bakau, yang terlihat dari jauh layaknya Palem.
Perahuku meskipun tua tapi besar. Kami melewati penduduk2 asli Middleearth. Setiap kali kami berpapasan di Sungai Ular Emas, mereka memasang raut curiga.
Perahu kami terpaksa dilambatkan saat melewati mereka, karena pada jaman dahulu, ombak yg dihasilkan dari Perahu kami dapat membuat perahu kecil mereka oleng dan terbalik.
Gondor tidak mau terancam oleh pasukan penduduk asli. Lebih baik mengalah kepada mereka.
Aku sedih, ternyata para penduduk tsb mulai tidak ramah dengan Sungai Ular Emas. Bakau2 ditebang, dihancurkan. Mereka membuka lahan di tengah hutan ajaib tsb untuk membangun danau2 buatan mereka. Mereka mengembangbiakkan Mahluk-Aneh-Berkumis* yang dapat hidup di dua alam. Setelah besar, mereka jual mahluk tsb ke Pasar dgn untung yang besar. Mereka lupa terhadap roh hutan bakau yang selama ini menjaga Middleearth dari amuk Samudera.
.
.
Negeri Utara sudah dekat…
Menakjubkan,, Tiga Menara Api* menyambutku di Gerbang Negeri Utara.
Menara Api menyala angkuh, menantang siapapun yang datang dengan kemegahan Negeri Utara.
Negeri ini lebih baru berdiri disbanding Negeri Tengah. Bangunan2 disana lebih megah. Penduduknya lebih banyak, dan Emas Hitam yg dihasilkan lebih banyak.
Sang Penguasa negeri ini sama saja banyak maunya. Pesan Aragon sudah kusampaikan. Ia malah memintaku mengunjunginya satu bulan sekali.
Tuntas sudah perjalananku di Middleearth, aku harus segera kembali ke Gondor.
.
.
.
Oh tidaaak…. harus naik Kotak Terbang lagi!!!
—– Kosa Kata——–
Menara Api Sauron = Flare Pertamina
Rohan = PT. Pertamina
Negeri Utara = North Processing Unit (NPU)
Negeri Tengah = Central Processing Unit (CPU)
Aragon = Bos gw
Gondor = Kantor gw
Kotak Besar Terbang = Chopper/Helicopter
Sungai Ular Emas = Sungai Mahakam
Parameswara = Rig
Perahu Tua = Seatruck
Mahluk Aneh Berkumis = Udang
Tiga Menara Api = Flare di NPU

By: kembangbakung on January 22, 2010
at 10:33 pm